Perempuan”ku”
kepala tertunduk, rambut lurus tergerai menutupi wajah, berjalan pelan menghitung langkah.
perempuan itu penuh cerita, tak pernah surut senyum, penuh semangat diantara pekat, kelam kehidupnya.
Sorot mata yang tajam, menatap langkah kedepan. Seolah tak pernah gentar.
Senyum indah di bibirnya tak henti mengembang, meskipun ia harus terjaga di saat pagi yang beku menyapa tubuh mungilnya.
Tak ada kata menyerah, dan menyesal.

06-05-2008 pada 14:55
dan senyum itu yang kembali membuatku terlelap dalam lamunan
untuk memutar kembali waktu dan merajut kembali jalan yang pernah aku lalui
senyum itu membuatku larut dalam impian impian indah dan harapan
senyum itu mendampingi kesedihanku
kesendirian
lara dan duka
dan tak ada kata kata yang pantas untuk menggantikan dirimu
perempuanku
06-05-2008 pada 14:55
Salam!
06-05-2008 pada 14:55
@ Kagenndra : wah…kayaknya lebih bagus commentnya sama postingan aku…:-)
boleh dong, sekali-kali dibikinin sajak indah buat aku…:-)
@ Soliter : salam kenal Bli’.., nama yang bagus “Soliter”…soalnya aku juga suka main soliter…
ya..selamat bertempur menggapai mimpi..!!! Merdeka !!!