PerempuanQu

 

Komang dengan cekatan memencet tombol telpon selulernya. Merangkai pesan entah untuk siapa. Raut kegembiraan begitu jelas terpancar. Siapa sangka komang perempuan berusia 16 tahun itu telah menikah dengan pria berkebangsaan asing, yang usianya terpaut jauh darinya. Sang suami yang lebih pantas menjadi kakeknya itu telah berhasil menjadikan dia seorang istri.

Upacar pernikahan sederhana menurut agamanya telah ia laksanakan, dan sang suamipun telah pergi meninggalkannya ke daerah asalnya. Dan akan kembali setahun lagi.

Tak hanya komang yang memilih jalan pintas untuk merengkuh materi dari pria tua berkebangsaan asing. Meskipun menjalani semua itu tanpa didasari cinta. Masih banyak lagi remaja di sebuah desa dikawasan wisata di Bali menjalani hal yang sama.

Bahkan masyarakat disana tak asing lagi dengan hal seperti itu.

Sebagai seorang perempuan, mungkin kita akan terenyuh dengan mengetahui permasalahan seperti ini. Dengan alasan tuntutan ekonomi, menjadi budak nafsu pria tuapun mereka jalani.

Perempuan telah menjadi korban dari permasalahan ekonomi bangsa ini. Tuntutan ekonomi yang kian lama kian membebani perempuan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Siapa yang harus disalahkan. Masyarakat mungkin akan menyalahkan sang perempuan,kenapa memilih jalan tersebut. Atau anda sendiri juga beranggapan sama????????

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: