love is just an excuse to get Hurt

 “sekarang ini aku merasa hampa, tak ada lagi cinta dalam kamus hidupku untuk sekarang ini, tak mudah untukku untuk mulai mencintai seseorang, karena selama aku mencintai seseorang aku tak akan mencintainya hanya sekulit ari, pasti aku akan mencintai dengan tulus dan sungguh-sungguh, mencintainya dengan sangat dalam, ini yang membuatku takut untuk mencintai seseorang disituasi seperti sekarang ini”

Lelakiku mengajakku untuk berbicara serius tentang hubungan kita. Pembicaraan yang telah berulang kali kita bicarakan sebelum-sebelumnya.

“aku tak mau menyakiti perasaanmu, dengan keadaanku sekarang ini, sudah tak ada lagi perasaan ataupun cinta untukku sekarang ini”


Hatiku mulai terkoyak dengan kata-kata terakhir yang ia ungkapkan.

‘Jadi, selama dengan semua yang kita lakukan, apakah kamu tak menggunakan sedikitpun perasaanmu kepadaku” nada bicaraku mulai meninggi

“selama ini kau memperhatikanku, sms aku, telepon aku dan melakukan semua berdua.., apa kau tidak menggunakan sedikitpun perasaanmu??”

“Maafkan aku, bukan maksudku seprti itu, aku hanya sulit untuk menyatakan aku sayang, cinta kamu dan menjalin sebuah komitmen berdua” ujar lelakiku berusaha menenangkanku..

Aku merasa bosan dengan percakapan seperti ini, selalu terulang dan terulang lagi..dan anehnya meskipun tak mungkin untuk menjalin sebuah komitmen berdua, tak ada satupun dari kami mau menyudahi sandiwara pertemanan yang tak jelas seperti ini.

Aku tak mampu membohongi diriku sendiri, bahwa aku mencintainya.. tapi aku juga tak mampu memaksa lelakiku untuk mencintaiku…

“Kamu bukan elang yang sebenarnya..”

“Kenapa??”

Aku mulai memperlihatkan hasil browsingku di internet siang tadi pada lelakiku tentang filosofi sang elang yang aku simpan dalam USBku di laptopNya..

Aku mulai membacakan filosofi elang untuk lelakiku

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!

“Kalau kamu memang elang, kamu tidak akan menjadi seperti sekrang ini, karena kamu nggak mampu melumpuhkan trauma yang menghilangkan cinta dan perasaanmu”

Lelakiku hanya terdiam..

 

denpasar, 12 Maret 2008. untuk lelakiku. Kapan kau akan kembali menjadi elang???

3 Tanggapan to “love is just an excuse to get Hurt”

  1. lelaki elang Says:

    karena mungkin aku hanyalah cecurut yang selalu lari bersembunyi dalam lorong lorong gelap waktu dan masa lalu dalam kegelapan dunia yang kehilangan jiwa

    dimana jiwa dunia yang aku percaya pernah aku miliki dikoyak oleh sebuah cerita yang sering masih terlintas dalam hitam kelamnya malam
    ketika kenangan dan cerita lalu terus mendera nalar dan menggulungnya dalam ombak kegalauan
    sebuah rasa yang telah kehilangan jiwa

    kobaran amarah dan mimpi mimpi buruk saling berebut menistai kewarasanku
    bayangan bayangan cerita masa lalu yang tak pernah selesai dan harapan harapan yang terkubur

    mimpi mimpi yang tak tergapai

    dan aku akan terus berlari sembunyi
    terus berlari ke sudut sudut gelap hati
    mematahkan sayapku, butakan mataku, menghancurkan paruh dan sayapku
    menyerah pada api kegelapan yang membakar jiwa dan rasa ku
    terbakar menjadi abu dan tertiup asa yang mati
    tak mampu menghadapi kenyataan,
    jiwa duniaku hilang

  2. lelaki elang Says:

    …………………………………………………
    dan seperti abu yang tertiup desahan angin yang terhembus pelan dari kepak sayap kupu kupumu
    aku akan pergi meninggalkanmu perempuan kupu kupu merah mudaku
    kepak kan sayapmu perempuanku
    terbanglah tinggi menyusuri hari
    menantang kalacakra jingga

    mungkin suatu hari nanti jalan nasib akan mempertemukan kita kembali
    dan kita akan terbang bersama lagi
    menyusuri lazuardi senjakala di bumi hati

  3. widari Says:

    sampai kapan kau akan mampu bersembunyi disudut gelap masa lalumu..????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: