Relawan Walhi ngurus “burung”

“cak,,,apa aja sie aktivitasnya walhi…?”

“ya..ngurus lingkungan, ngurus burung…pokoknya yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan..”

“wah boleh tuh kalo sekali-kali jangan ngurusin burung terus…urusin juga dong burung relawan…”

basa-basi busuk dengan sang direktur Walhi Bali Ancak ramon pertengahan bulan maret lalu di taman 65

pada saat diskusi tentang sejarah Sosialime. akhirnya membuahkan diskusi HIV/AIDS untuk relawan Walhi, enam April kemarin bertempat di kantor walhi sendiri di Sesetan.

kurang lebih 15 orang relawan, staf dan juga termasuk sang direktur juga hadir dalam diskusi tersebut.

dan kebetulan aku sendiri menjadi pembicara untuk memimpin diskusi..dengan membawa bendera Kita Sayang remaja ( Kisara )

nah…, biar suasana nggak kaku…pada saat memulai diskusi seperti biasa mulai dengan perkenalan. tapi kali perkenalan di mulai dengan nama dan kapan pertama kali masturbasi ataupun onani…

alhasil suasana mulai mencair…, dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah pertanyaan-pertanyaan klasik yang biasanya ditanyakan. seperti, bagaimana cara penularan, pencegahan, apakah kondom 100 persen menjamin tidak tertular HIV, dsb…

ada satu pertanyaan yang menggelitik…dari seorang relawan ‘ tai kucing, bulu kucing dan makanan yang dimasak bisa nularin HIV nggak sie…??”

HIV adalah Human Immuno defeciency Virus jadi virus ini hanya bisa hidup dalam tubuh manusia, dan tidak berada dalam tubuh hewan ataupun binatang seperti contohnya kucing ataupun nyamuk..kata kuncinya terletak pada Human ,aku mulai menjelaskan.

aku juga tidak lupa untuk membawa kondom dan dildo. tak lupa juga aku meyiapkan kondom perempuan alias femidom untuk di perlihatkan kepada peserta diskusi.

tapi relwan Walhi ternyata sudah mahir memasang kondom sendiri jadi nggak usah repot untuk menjelaskan lagi..

nah pada pertengahan diskusi ada satu pertanyaan yang aku lontarkan ke mereka ” kalau kenal atau punya teman yang HIV positif apa yang akan kalian lakukan..??”

“waspada agar tidak tertular, tapi tetap temenan…” sebagian besar dari mereka manjawab seperti itu.

aku mulai menjelaskan…”ya..kalau kita tahu teman kita terinfeksi HIV, kalau nggak…apa kita nggak waspada…??” kita juga tidak tahu diantara orang-orang yang berdiskusi disini ada orang yang terinfeksi HIV..apakah kalian sudah waspada denganku sedari tadi…?

akupun mulai membuka status sebagai seorang yang HIV positif dan aku tidak pernah merasa terbebani bercerita tentang statusku ini…

mulai bercerita kalau kita tidak akan bisa melihat secara jelas ciri-ciri orang yang HIV positif…, karena berada pada fase assimptomatik alias tanpa gejala..

wah…ternyata ada satu orang (tak perlu aku sebut namanya) sedikit kaget dengan pengakuanku.., tapi akhirnya bisa reda…

intinya, tak perlu membedakan orang HIV dengan orang yang bukan HIV. bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain agar terhindar dari HIV dan AIDS.

6 Tanggapan to “Relawan Walhi ngurus “burung””

  1. setuju untuk paragraph terakhir:) Ike TOP dech 4 thumbs for you girl😀

  2. Setuju juga dgn paragraf terakhir, kita pun juga tidak perlu memojokkan orang HIV, justru kita perlu mensupport-nya agar mereka tetap bersemangat hidup. Suksma.

  3. widari Says:

    thanks supportnya ya…
    klo ada yang mau diskusi tinggal kontak aku ya..

  4. wah mbok saya juga mau to diskusi sama mbok. tapi bukan masalah blog hahahaha … ada banyak yang mau ditanya ni mbok hehehehe …

  5. widari Says:

    @ win :Guru…nanti kita diskusi via YM aja ya…, soalnya aku nggak punya ongkos bikin diskusi dit4mu

  6. hahaha….makasi,ka!
    Sukses buat kmu selalu

    ANcak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: