“Nak Jawe is not crime”

hmm…kadang kala aku heran dengan beberapa anggapan orang ataupun tatapan sinis seseorang apabila ada orang berkenalan terus mengungkapkan asal daerah mereka dari Jawa atau bahkan meskipun berkenalan trus bilang orang dari Sumatra tetap saja… “beh nak jawe” ( ah..orang jawa..).

disadari atau tidak  orang itu bisa menyakiti perasaan orang yang berasal dari luar Bali tersebut.

dan itu terjadi di provinsi Bali yang terkenal dengan kermah tamahan penduduknya ini. kenapa hal-hal seperti ini masih saja terjadi. seolah-olah orang jawa akan membuat sebuah keonaran  di Bali.

bukannya siapa saja bisa berbuat kejahatan, bukan hanya orang jawa…,bukan begitu.., bukan…???

di Bali sendiri kan ada dua bentuk masyarakat yakni masyarakat Bali-Aga dan Bali Majapahit.

Masyarakat Bali Aga kurang sekali mendapat pengaruh dari kebudayaan Jawa – Hindhu dari Majapahit dan mempunyai struktur tersendiri. Orang Bali Aga pada umumnya mendiami desa-desa di daerah pegunungan seperti Sembiran, Cempaga Sidatapa, pedawa, Tiga wasa, di Kabupaten Buleleng dan desa tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem. Orang Bali Majapahit yang pada umumnya diam didaerah-daerah dataran merupakan bagian yang paling besar dari penduduk Bali. http://baliantiqueco.tripod.com/Warga_Bali.htm

so…bukannya sebagian besar orang-orang di Bali berasal dari Jawa.  …Nak jawa is not crime..

jangan main pukul rata aja ya…

4 Tanggapan to ““Nak Jawe is not crime””

  1. kayaknya stigma itu memang lekat ya mbok ya. saya biasanya nanya juga seh asalnya darimana tapi khusus kalo cewek aja hahahahahaha …

  2. yaa ini kadang yang bikin aku nyesek kalau denger kata-kata itu.
    dan tentunya langsung protes.
    karena kebetulan ada darah jawanya, maka mau nggak mau harus diluruskan. banyak contoh bahwa hal-hal tersebut nggak terbukti.
    seperti sekarang yang rame-ramenya pencurian pretima.
    dan ironisnya, aktornya adalah juga orang bali.
    nahh.. jani ape lakar ade opini menyalahkan nak bali ane salah bergaul ajak nak jawa.??
    he.he.

  3. untung aku orang lamongan, bukan nak jawa. hahaha..

  4. salam kenal,

    Tidak semua orang bali menganggap begitu kok, buktinya di daerah saya, pendatang (termasuk yg dari jawa) diperlakukan dengan baik kok. Banyak yg langganan mie ayam, langganan lalapan, dll.

    Kejadian bom bali sedikit tidak memang berpengaruh terhadap pandangan terhadap orang luar (termasuk jawa), terutama pada para pendatang yang tidak punya tempat tinggal tetap, pekerja bangunan dgn status yg tidak jelas, pemulung, dll, karena yg seperti itu memang rawan dgn hal-hal kriminal. Tetapi secara keseluruhan masih baik2 saja kok, asalkan mereka bersikap baik, saya rasa orang bali juga akan baik kok. Peace🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: