there`s no happy ending

Aku masih disini, di dekat jendela kamarku. hembusan angin menerpa, gorden warna merah mudaku. digenggaman tanganku sebuah kertas putih dan pena. aku mencoba mengeluarkan isi hati dan kepalaku.

aku mencoba menulisakan sesuatu. tapi..tanganku seolah menolak untuk mengerjakannya. aku lemas…

aku terusik dengan kata-kata beberapa kawan dan bapakku sendiri.., mereka meminta untuk aku memulai terapi Antiretroviral (ARV), sesegera mungkin.

tapi…aku belum siap !! bukan karena aku tak mau….!!!

aku belum siap menerima kenyataan kalau aku harus meminum obat itu seumur hidupku.

aku juga belum siap menerima efek samping yang bertubi-tubi setelah aku meminum obat penekan virus itu.

meskipun suatu saat..aku harus tetap memulainya…

tapi tidak sekarang…

aku belum siap….!!

there`s no happy ending for me…

only ARV, Virus and infus…

5 Tanggapan to “there`s no happy ending”

  1. theres always be an alternate ending for all of this story

    imagine one day
    there will be a cure for AIDS

    imagine one day we can have a time machine technology were people could travel through time and change history

    imagine one day ………and that day is not too long

  2. nggak ada salahnya mencoba, kan? untuk sesuatu yang lebih baik, good luck:-)

  3. ada deh Says:

    Aku asik2 aja tuh, yg penting tuh enjoy aja ama hidup kmu… Jadi, kmu hanya fokusin ama yg kmu inginin aja, lha klo kmu pikirin yg kmu gak suka malah bener2 terjadi deh. Hanya…, kayaknya, wah gawat…, aku hampir tiap hari ke blogmu, ada apa nih???

  4. lodegen Says:

    aduh siapa lelaki elangmu non? huhahuahaa….. soal ARV: aku pasti kaya kamu juga. males ketergntungan obat. BUt, aku jug aperlu belajar bagaimana temen2 lain mengelola agar enjoy dengan ARV-nya.

  5. kagendra Says:

    bagaimanapun juga memulai sesuatu adalah sebuah langkah yang sulit, tidak mudah…………………tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. banyak pertimbangan yang harus diambil khan widari? tapi dirimu yang mengetahui apa yang kamu rasakan dan pada akhirnya dirimu sendiri yang akan menentukan langkah apa yang akan kamu ambil.

    banyak penelitian mengatakan bahwa semakin awal memulai terapi ARV membawa kemungkinan keberhasilan terapi yang lebih tinggi, tetapi masalahnya adalah kamu masih tinggal di Indonesia dimana kadang stok ARV masih sering tersendat (CMIIW🙂 ) dan pula harga ARV di pasaran bebas (kalaupun kamu ingin mandiri dan beli sendiri ARV) masih sangat tinggi

    aku mendukung pilihan apapun yang kamu ambil widari
    tetap tersenyum dan tebarkan cahaya peri mu (widari artinya bidadari khan?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: